Tiffany SNSD kembali menuliskan seruan maaf sehabis sebelumnya sempat dikritik.
Setelah terlibat kontroversi bendera matahari terbit Jepang sementara waktu kemudian, Tiffany pribadi mengungkapkan seruan maafnya di Instagram.
Namun ketika itu banyak netizen Korea yang protes, sebab Tiffany dianggap tidak lapang dada dalam mengungkapkan undangan maafnya. Anggota SNSD ini sama sekali tidak menyebutkan secara rinci kesalahan yang sudah ia kerjakan.
Pada malam ini Jumat (26/08), Tiffany kembali menuliskan permintaan maaf di Instagram. Ia menuliskan, "Halo ini Tiffany. Dengan seruan yang tidak cukup sehabis menciptakan siapa pun kecewa, saya tidak memiliki keberanian selama 10 hari ini untuk mengungkapkan ajakan maaf yang bergotong-royong."
"Dengan hati yang takut dan bergetar, aku pertama-tama ingin meminta maaf atas keterlambatan ini. Dan aku mencoba yang terbaik untuk menyampaikan apa yang perlu aku katakan sebelumnya, dan saya ingin menjajal mengutarakan ajakan yang lapang dada atas kesalahan besar pada hari itu."
"Pada hari Kemerdekaan Korea, aku menciptakan kesalahan dengan mengupload konten bendera matahari terbit di sosial media. Ketika aku berpikir soal hari Kemerdekaan Korea, saya terjaga sudah menciptakan kesalahan yang tidak seharusnya."
"Seperti banyak masukan yang orang berikan kepadaku, pengetahuanku akan sejarah tidak banyak sampai mengetahui soal bendera matahari terbit dan saya tidak terlalu sensitif dengan masa lalu yang penuh rasa sakit itu. Aku betul-betul minta maaf terhadap siapa pun yang merasa tersakiti balasan kebodohan dan kelalaianku. Aku menundukkan kepalaku untuk meminta maaf kepada siapa saja yang sudah percaya dan mendukungku."
"Sampai ketika ini, saya tetap bisa berkarya alasannya adalah sumbangan dan cinta yang tidak berubah dari siapa pun. Namun, terlepas dari cinta yang sudah diberikan siapa pun sejak usang, aku tidak tahu dasar dari sejarah Korea. Aku merasa malu dengan diriku sendiri karena tidak belajar dengan baik."
"Sebagai seorang penyanyi, saya merasa bersyukur dan bangga mampu menjadi seseorang yang membuat budaya Korea dikenal, dan selaku alhasil, saya sekali lagi mengetahui betapa pentingnya pembelajaran yang sarat tanggung jawab. Sebagai seseorang yang berada di depan publik, saya tidak akan pernah lupa tanggung jawab itu."
"Untuk menciptakan kegemparan karena kesalahanku di hari Kemerdekaan Korea, sekali lagi saya ingin mengutarakan seruan maaf yang nrimo kepada siapa pun. Setelah menyadari kesalahanku, kata-kata yang aku tulis dengan buru-buru di bandara ialah langkah-langkah yang sungguh tidak waspada dan tidak cukup, sehingga aku meminta maaf sekali lagi untuk hal itu. Aku terus merasa menyesal alasannya adalah kehilangan peluang untuk memberikan seruan maaf yang nrimo dan aku menghabiskan waktu setiap harinya dengan rasa bersalah. Ini memang telat, tapi aku harap ketulusan ini mampu diterima."
"Insiden ini mengajarkanku apa yang paling penting. Mulai sekarang dan seterusnya, aku akan bekerja lebih keras untuk berguru apa yang lebih penting dari sekedar musik dan dance. Terimakasih alasannya adalah sudah membaca goresan pena yang panjang dan terlambat ini," tulisnya. (west-java.com)