KPAI Desak Korban Pelecehan Seksual di Konser EXO Ambil Tindakan Hukum


Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak para korban yang mengklaim dirinya mengalami pemerkosaan ketika body checking pada konser EXO di Indonesia melapor ke polisi.

Sebelumnya, pada tanggal 2 Maret yang kemudian promotor konser EXO di Indonesia menerima banyak komplain yang dilayangkan oleh para EXO-L yang mengklaim bahwa mereka mengalami pemerkosaan dikala melakukan body checking.

Semakin mencuatnya gosip ini, Komisi Perlindungan Anak Indonesi (KPAI) hingga angkat bicara dan mengkritik administrasi penyelenggara konser serta mendesak para korban untuk mengambil langkah-langkah hukum sebagai imbas jera.

Komisaris KPAI, Rita mengungkapkan, "Jelas berlebihan dan tidak dibenarkan. Penyelenggara harus menerima persetujuan dair penonton sebelum melaksanakan body checking," ungkapnya saat ditanya duduk perkara body checking tersebut.

Ia menambahkan, "Bahaya, kalau itu mampu menciptakan stress berat dan menghambat kemajuan psikologis korban."

Seorang seniman Indonesia, Titarubi juga dibentuk panas oleh persoalan ini. Melalui akun Facebook miliknya, dia mengungkapkan, "Ketika pemeriksaan security di konser EXO'LUXION di Jakarta kemarin ini, ada banyak yang mengalami pelecehan sexual. Saya selaku salah satu orang tua dari anak yang menonton konser tersebut akan menuntut secara hukum terhadap penyelenggara dan seluruh panitia atas perlakuan ini!!!"

Semoga masalah ini segera cepat diselesaikan dan tidak menjadikan trauma pada penonton konser yang masih dibawah umur. (west-java.com)
Lebih baru Lebih lama