Dampak Hallyu Wave tampaknya sudah menciptakan minat perusahaan-perusahaan Cina untuk melakukan investasi di Korea kian meningkat.
Dengan bermula dari Yuehua Entertainment asal Cina yang membuka kantor mereka di Korea dan sudah bekerja sama dengan Starship Entertainment untuk mendebutkan grup idol wanita, tampaknya Hallyu akan kian banyak menawan investasi perusahaan asing terutama Cina untuk masuk.
Negara dengan imbas ekonomi paling besar kedua di dunia ini dikabarkan akan melaksanakan investasi terhadap dunia perfilman dan televisi di Korea untuk mampu bersaing dengan Hollywood.
Badan administrasi bisnis media di Korea mengemukakan bahwa pada paruh ketiga tahun 2015 perusahaan dan pendanaan dari Cina telah menginvestasikan lebih dari 2,9 triliun Won (31,3 triliun Rupiah) kepada 13 dari total 32 perusahaan yang melakukan pekerjaan dalam bidang game, industri fashion dan hiburan.
"Tidak ada alasan untuk menolak pinjaman dana tersebut alasannya perfilman ialah bisnis yang memerlukan dana besar, sarat resiko dan mempunyai margin rendah. Membuat suatu film itu seperti membangun suatu infrastruktur, biayanya tidaklah murah," ungkap salah seorang tokoh dalam bidang penanaman modal dan saham.
Namun hal tersebut tidak terlepas dari kegelisahan dari aneka macam pengamat dari dunia entertainment sendiri, yakni kemungkinan bahwa para investor dapat saja mempesona saham mereka di saat-waktu apabila dianggap tidak menguntungkan sejalan dengan waktu.
"Dari pihak Korea sendiri, perusahaan perlu memikirkan seni manajemen gres untuk menggunakan dan menertibkan keuangan dan penawaran spesial agar menerima taktik win-win," ujar seorang Profesor dari Songgang University menyikapi hal tersebut. (west-java.com)