Cerita Bisnisman Tajir Punya Kontrak Seks Dengan Idol K-Pop


Seorang bisnisman tajir bercerita soal perjanjian seksnya dengan selebriti Korea.

Dalam epsiode 'The Its Know' pada 13 Februari kemarin, membahas perihal kesepakatan seks yang dijalani oleh berbagai selebriti Korea.

Setelah beberapa waktu lalu perkara ini marak diperbincangkan, program ini menjajal mewawancarai seorang pelaku yang memiliki kontrak tersebut. Mereka kemudian mewawancarai seorang bisnisman tajir, yang mempunyai kontrak dengan idol K-Pop.

Pria yang ingin identitasnya disembunyikan ini mengatakan kalau ia mendapatkan anjuran perjanjian dan daftar perempuan yang berasal dari golongan selebriti, baik yang masih trainee hingga yang sudah populer.

Kontrak juga dibagi menjadi jangka panjang dan jangka pendek. Biasanya selebriti terkenal melaksanakan kontrak jangka panjang. Tarifnya berkisar antara 5 hingga 6 miliar Rupiah untuk rentang waktu 6 bulan.

Ia juga mengatakan kalau selebriti ini bisa bertemu dengan sponsor kontraknya sepekan sekali. Seperti yang ia katakan, "Mereka menjanjikan empat konferensi selama satu bulan, dan juga bisa melakukan pertemuan di mancanegara."

Tak hanya sang bisnisman, acara 'The Its Know' juga mewawancarai selebriti wanita yang terlibat dalam bisnis gelap ini. Salah seorang aktris menyampaikan kalau ia menerima paksaan dari pihak ketiga untuk melakukan hal ini. Ia juga menyebutkan kalau dalam bisnis ini terdapat banyak broker yang menghubungkan mereka dengan para bisnisman.

Menanggapi tuduhan itu, seorang broker mengatakan, "Ini sedikit tidak adil. Aku tidak pernah menghubungi mereka dan mengajukan pertanyaan apakah mereka membutuhkan sponsor. Merekalah yang menghubungiku dulu dan mengatakan 'Oppa, saya kehabisan uang. Tolong hubungkan aku dengan seseorang yang bagus'."

Aktris dengan inisial F menyampaikan, "Aku pergi ke sebuah audisi, dan mereka jelas-terangan menyampaikan kalau saya menjual tubuhku terhadap sponsor, aku bisa menjadi seorang selebriti." Sedangkan seorang trainee idol berinisial J berkata, "Aku diminta untuk berkunjung ke kawasan atasan kapanpun ia mau. Aku harus pergi dikala ia menghubungiku, tak peduli kapan waktunya. Aku mesti menuruti semua keinginannya," kisahnya. (west-java.com)
Lebih baru Lebih lama