Perselisihan antara SM Entertainment dan artisnya, Huang Zitao atau yang biasa dikenal Tao sepertinya kembali memanas.
Dalam siaran pers yang dirilis pada tanggal 5 Januari kemudian, SM Entertainment mengaku bahwa mereka sudah mengungguli kasus somasi terhadap Tao yang membuat mantan anggota EXO itu diharuskan membayar kembali sejumlah hutang.
Namun pihak Tao tampaknya sudah menangkap kabar tersebut dan menyadari adanya beberapa potongan dari siaran pers yang keliru sehingga mereka merilis siaran pers mereka sendiri dalam merespon hal tersebut.
Melalui akun Weibo resmi Tao, pihaknya menambahkan telah mengambil screenshot dari email selaku bukti, serta pernyataan resmi oleh workshop-nya di China.
Berikut siaran pers workshop Tao yang diterjemahkan dari bahasa Mandarin oleh media outlet Korea, StarNews,
"Pada tanggal 5 Januari 2016, SM Entertainment Co, Ltd menyampaikan terhadap media, "Diantaranya yakni gugatan 'Klaim Pembayaran Sementara' terhadap Tao yang dibentuk pada tanggal 13 Oktober, 2015, dimana Tao melanggar keharusan untuk mengeluarkan uang. Ini sudah diperintahkan oleh Intermediate People's Court di, Qingdao, Shandong, China yang mana Tao mesti membayar SM Entertainment selaku pembayaran sementara bahwa ia sudah menangguhkan untuk membayar kembali."
Pernyataan SM Entertainment mempunyai cuilan-cuilan yang tidak bertepatan dengan kebenaran. Kita sebagai workshop Tao merilis pernyataan kita sendiri untuk melindungi kehormatan Tao dan berdebat perihal apa yang benar atau salah.
Pertama, pada April 2015 sebelum Tao resmi terangkat alasannya adalah topik pemutusan kontraknya dengan SM Entertainment, kedua belah pihak dalam negosiasi. Karena itu sebelum Tao meninggalkan SM dan EXO, membayar kembali pembayaran sementara untuk SM ialah langkah-langkah sukarela.
Kedua, SM Entertainment menyatakan, "Namun, walaupun Tao jelas tahu rekening yang bersangkutan, ia gagal untuk mengeluarkan uang kembali sejumlah pembayaran dalam waktu yang dijanjikan." Mereka menyatakan sesuatu yang berlainan dari apa yang sebenarnya terjadi dan menyembunyikan kebenaran.
Tao senantiasa mengikuti 'Sportivitas Kontrak' dan 'God's principle of integrity'. Dalam rangka melakukan peran untuk mengeluarkan uang pembayaran sementara dalam periode waktu tertentu, lewat perwakilan, Tao meminta rekening bank SM. Dia tidak melanggar perjanjian atau negosiasi.
Tapi SM Entertainment tidak menawarkan tanggapan yang spesifik, ataupun menawarkan kepada perwakilan Tao akun entertainment remittance (jumlah duit yang dikirim). Niat SM Entertainment ialah mengulur waktu sehingga mereka akan mengutuk Tao dengan somasi 'Klaim Pembayaran Sementara'.
Ketiga, pernyataan SM Entertainment ini dengan sengaja memakai verbal berlebihan dan memperluas penjabaran somasi pembayaran sementara Tao. Mereka membuat efek jelek terhadap pertukaran budaya antara Korea dan China dan melalui kritik watak, mengganti opini publik ke arah yang negatif.
Dalam rangka untuk memblokir cerita menyimpang yang telah SM rilis, workshop Tao sudah mengajukan fakta-fakta kasatmata untuk membedakan pertengkaran.
Mulai kini, workshop ini akan melindungi kepentingan aturan Tao, terhadap pernyataan dan laporan yang melanggar fikiran kehormatan Tao."
Bagaimana berdasarkan kalian mengenai pertengkaran diantara keduanya? (west-java.com)