Ujian masuk sekolah tinggi tinggi di Korea tahun ini kembali menghadapi masalah bunuh diri yang dialami oleh siswa/siswi Sekolah Menengan Atas.
Publik Korea Selatan gres gres ini kembali digegerkan dengan ajal seorang siswa sekolah menengah atas yang disangka diakibatkan karena setres alasannya gagal lolos masuk perguruan tinggi.
Sang ayah memperoleh putranya yang sudah menamatkan bangku SMA mati di luar apartemennya dan itu diduga bahwa ia melompat untuk bunuh diri dari berandanya.
Lebih lanjut diungkapkan bahwa pihak kepolisian memperoleh beberapa berkas termasuk nilai cobaan masuk perguruan tinggi yang didapatkan di kamarnya.
Walaupun kabar tersebut sangat mengagetkan bagi orang-orang Indonesia, tetapi tampaknya netizen Korea telah terbiasa dengan kabar yang kabarnya sudah setiap tahun terjadi itu.
"Hal ini terjadi setiap tahun. Kematian malang lainnya sudah terjadi. Aku berharap beliau beristirahat dalam damai dan saya turut berbelasungkawa terhadap orang tuanya," komentar seorang netizen.
"Aku pikir itu sungguh beruntung jikalau kita tidak menerima berita mirip ini tahun ini, namun lihatlah ... apakah ada anak SMA berpikir wacana bunuh diri kini, tolong mempertimbangkan untuk mengambil kembali tes. Ada 60 tahun tersisa dalam hidupmu, menghabiskan 2-3 tahun pada ujian ini tidak akan menciptakan kau jauh di belakang dari orang lain. Jangan pernah mempertimbangkan untuk bunuh diri," sahut netizen lainnya.
Semoga kejadian yang serupa tidak terulang kembali untuk para pelajar di negara manapun. Turut berbelasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. (west-java.com)