Setelah dituntut oleh SM Entertainment, pihak Tao mengungkapkan perlakuan mantan agensinya tersebut kepadanya.
Kemarin telah diungkapkan bahwa pihak SM Entertainment melayangkan gugatan kepada Tao lantaran aktivitas ilegalnya di China.
Menanggapi ini, pihak Tao menyampaikan, "SM menunda perawatan untuk cedera yang dialami Tao dikala ia menjalani aktivitasnya selaku selebriti karena kurangnya perhatian keamanan. SM juga punya banyak dilema, mereka selalu mendiskriminasi antara artis China dan Korea."
"Karena hal ini, Tao menderita secara mental dan fisik. Walau begitu, Tao sudah beberapa kali berupaya untuk tetap bareng SM dan memecahkan dilema ini. Namun SM sama sekali tidak melaksanakan langkah-langkah apapun."
"Saat itu Tao pulang ke China untuk menerima perawatan, dan ayahnya sudah bertemu dengan pihak SM untuk bernegosiasi lebih dari 8 kali, namun mereka tetap bersikeras untuk tidak mengganti isi kontrak. Itu sebabnya Tao mengajukan gugatan kontrak ke Pengadilan Pusat Seoul pada 24 Agustus lalu," terangnya.
Mengenai gugatan SM terhadap Tao, "Ada hal yang dilebih-lebihkan dalam pernyataan SM. Mengatakan bahwa gugatan yang dikerjakan Tao dapat memperburuk koordinasi antara Korea dan China."
"Masalah ini sebaiknya di tuntaskan di pengadilan Korea mirip yang tertera pada kontrak, namun, SM malah mengajukan gugatan ke China yang tentu saja berlawanan dengan akad yang sudah dibuat."
"Kami menginformasikan hal ini untuk mencegah SM yang mencoba memutar balikkan fakta dan persepsi publik. Mulai sekarang, kami akan melaksanakan tindakan legal melalui pengacara kami untuk melindungi hak yang dimiliki Tao," imbuh mereka. (west-java.com)