Dua agensi musik terbesar di Korea, SM Entertainment dan YG Entertainment akan bersiap untuk menerima eksekusi atau denda setelah praduga pematokan harga penjualan produk mereka yang dianggap terlalu mahal.
Pada hari ini, Minggu (16/08), The Korea Fair Trade Commission (KFTC) sudah mengawali penyelidikan mereka pada harga produk yang ditetapkan oleh lembaga hiburan SM Entertainment dan YG Entertainment, sesudah ganjalan yang diajukan oleh Seoul YMCA.
Bulan lalu, Seoul YMCA merilis suatu laporan pada harga barang yang dipasarkan oleh beberapa agensi hiburan idol, dan mengajukan usul kepada Fair Trade Commission untuk memeriksa pennyalahgunaan pematokan harga mereka. Fair Trade Commission kemudian sudah memilih dua forum yang paling populer yakni, SM Entertainment dan YG Entertainment.
Seoul YMCA mengklaim bahwa agensi ini memanipulasi harga produk mereka sebab mereka berpendapat bahwa agensi telah banyak mengambil laba dari fanbase artis mereka untuk menjual barang-barang dengna harga yang terlalu mahal.
Namun, ada kesusahan menertibkan harga barang yang dijalankan oleh agensi hiburan karena sifat kecil dan terbatasnya industri. Akibatnya, Fair Trade Comission juga mulai menghimpun data mengenai industri produk idol.
Namun kabarnya KFTC menolak untuk menawarkan keterangan yang lebih rinci tentang hal tersebut. (west-java.com)