Ancaman Pembunuhan Terhadap Rap Monster Ternyata Hanya Candaan?


Setelah membuat kehebohan, baru-baru ini netizen yang mengancam akan membunuh Rap Monster mengaku cuma bercanda.

Sebelumnya event  hi-touch pada konser 'The Red Bullet' di New York, Amerika Serikat, mesti dibatalkan alasannya adalah terdapat bahaya pembunuhan terhadap personil Bangtan Boys, Rap Monster. Karena ancaman tersebut, tur konser 'The Red Bullet' harus dibubarkan sebelum program rampung, sehingga event lainnya juga harus dibatalkan.

Namun baru-gres ini dimengerti, bahwa bahaya yang dilayangkan oleh netizen tersebut ternyata hanya sebuah candaan. Hal ini ia ungkapkan sendiri melalui akun Twitter pribadinya. Walau sekarang akun tersebut tidak mampu lagi diakses, foto screenshot postingannya sudah menyebar di kelompok penggemar.

Ia menuliskan, "Kalian sangat gampang dibohongi, aku cuma menemukan foto tersebut di Google jadi berhenti melebih-lebihkannya. Aku bahkan tidak tinggal di Amerika, jadi itu bukan salahku bila kalian semua udik."

Tulisan yang lain, "Apakah ini salahku kalian semua tidak bisa mengambil suatu candaan dan melebih-lebihkannya? Pertunjukkan tersebut pasti tidak akan dihentikan jikalau kalian tidak berlebihan," tulisnya.


Namun sehabis ia menciptakan klarifikasi tersebut dan menerima kecaman dari penggemar, tak lama kemudian ia mengaku jika akun Twitternya telah dihack. Ia bahkan mengupload foto dirinya yang sedang menangis alasannya adalah menerima perlakuan tersebut dan mengakui dirinya selaku penggemar Bangtan Boys. (west-java.com)



Lebih baru Lebih lama