Heboh, Penonton Konser EXO di Taiwan Tuding Petugas Security Lakukan Pelecehan Seksual


Penggemar yang menonton konser EXO di Taiwan menuding petugas security di konser tersebut melaksanakan langkah-langkah pemerkosaan.

Seperti yang penggemar pahami sendiri, dalam konser artis K-Pop biasanya para penonton dilarang menenteng kamera. Hal yang serupa terjadi di konser 'EXO'luXion' EXO yang digelar di Taiwan, pihak promotor memastikan bahwa para penonton tidak diperbolehkan untuk menenteng kamera.

Sehingga setiap penonton yang masuk konser, satu persatu akan diperiksa oleh petugas security. Karena banyak penggemar yang menyembunyikan kamera di badan mereka, menciptakan petugas security melaksanakan penelusuran yang extra ketat di seluruh tubuh.

Namun banyak penonton yang mengeluh, karena petugas security juga menyelidiki potongan dada, bokong dan paha penggalan dalam. Terlebih petugas security yang melaksanakan hal tersebut pada umumnya ialah laki-laki, sontak saja menciptakan para penonton perempuan melayangkan protes mereka.

Rupanya tak hingga disitu, penonton yang tertangkap basah membawa kamera di venue konser juga diperlakukan dengan garang. Para petugas security menekan tubuh penonton yang bersangkutan ke tanah dan menyeret ke luar, sehingga terjadi ajang saling dorong.

Kabar ini rupanya menciptakan heboh publik Taiwan hingga masuk dalam info nasional. Seorang ibu dari putri yang menonton konser tersebut melayangkan protesnya melalui media dengan memberikan kesaksian, "Anakku pergi ke konser kemarin malam dan menemukan cedera di sekujur tubuh. Lensa kameranya rusak, dan yang terpenting, ia mengalami penderitaan secara emosional."

"Aku bisa menerima jikalau mereka harus mengambil kamera alasannya aturannya memang mirip itu. Namun, bagaimana bisa mereka menekan tubuh seseorang ke tanah dan menyeret mereka? Apakah ini pantas? Ini yaitu Taiwan, negara demokrasi. Aturan mana yang memperbolehkan kalian melaksanakan hal mirip itu?" ujar sang ibu mengungkapkan kemarahannya.

Ibu tersebut juga menyinggung soal langkah-langkah pemerkosaan yang dijalankan oleh petugas security. Namun ia merasa kasihan dengan anak-anak tersebut, alasannya adalah ia tahu kebanyakan dari mereka tidak memberitahukan orang tuanya bahwa mereka menonton konser. Sehingga mereka tidak bisa mengadukan tindakan pelecehan tersebut kepada orang bau tanah masing-masing.

Menanggapi hal ini, SuperDome selaku pihak promotor menegaskan bahwa mereka sudah menawarkan peringatan supaya tidak menenteng kamera semenjak awal. Mengenai tudingan yang dilayangkan penonton, promotor mengklarifikasi bahwa petugas security tidak melaksanakan langkah-langkah pemerkosaan. Mereka mengklaim bahwa petugas security ini cuma menepukkan jari mereka di pecahan dada, punggung dan paha saat melakukan pemeriksaan. (west-java.com)
Lebih baru Lebih lama