Penggemar Buktikan Bangtan Boys (BTS) Tidak Lakukan 'Sajaegi'


Kemarin para penggemar Bangtan Boys (BTS) dibuat berang, sesudah boy grup BigHit Entertainment ini dituding melakukan tindakan manipulasi pemasaran album atau yang disebut dengan langkah-langkah sajaegi.

Kecurigaan ini dimulai setelah album baru Bangtan Boys 'In The Mood For Love pt.1' berada di urutan pertama chart Hanteo, mengalahkan album 'M' Big Bang. Tak hanya itu, dalam empat hari pertama, album 'In The Mood For Love pt.1' terjual lebih dari 47 ribu keping, bahkan mengalahkan rekor boy grup senior mereka, seperti TVXQ, Super Junior dan BEAST.

Pada tahun kemudian, album TVXQ terjual 52 ribu keping dalam waktu satu ahad, Super Junior 49 ribu keping, dan BEAST 48 ribu keping. Netizen mencurigai Bangtan Boys melalukan tindakan manipulasi, lantaran album mereka terjual lebih dari 47 ribu keping, hanya dalam waktu 4 hari, bahkan mengalahkan angka pemasaran album BEAST dalam waktu satu ahad.

Terlebih setelah melihat trafik pemasaran di situs Hanteo, angka pemasaran album Bangtan Boys berkembangpada malam hari, menciptakan netizen semakin percaya bahwa hal itu ialah sebuah langkah-langkah manipulasi.

Namun, beberapa penggemar kemudian memperlihatkan klarifikasi, menyatakan bahwa tuduhan ini tidaklah benar.

Mengenai penjualan album dalam satu minggu yang begitu besar, penggemar ini mengungkapkan bahwa dari permulaan mereka debut, Bangtan Boys memang selalu mendapatkan penjualan album fisik yang begitu besar, meskipun mereka tidak menerima ranking yang tinggi di situs chart musik online.

Alasan mengapa Bangtan Boys bisa memenangkan penghargaan Bonsang di 'Seoul Gayo Awards' dan World Rookie Award di 'Gaon Charts', disebabkan lantaran penjualan album fisik mereka yang begitu besar.

Terkait trafik pemasaran album yang begitu tinggi pada malam hari di situs Hanteo, penggemar ini mengutip penjelasan dari admin Hanteo, yang mengungkapkan bahwa trafik penjualan tersebut tidak diambil secara real time. Melainkan diinput, saat data dari berbagai toko yang memasarkan album diantarkan terhadap Hanteo. Sehingga sangat wajar kalau data pemasaran langsung meningkat dalam satu waktu.

Terakhir, si penggemar menjelaskan bahwa agensi BigHit Entertainment bukanlah agensi besar yang memiliki kemampuan untuk melakukan tindakan sajaegi, atau berbelanja ulang album agar menerima ranking penjualan yang tinggi. Sehingga tidak mungkin bagi BigHit Entertainment, untuk melaksanakan langkah-langkah mirip itu. (west-java.com)
Lebih baru Lebih lama