Kisah Haru Polisi Korea Selamatkan Siswi yang Ingin Bunuh Diri


Belakangan di Korea sedang maraknya terjadi kasus bunuh diri, yang kebanyakan dilakoni oleh siswa dan siswi sekolah menengah.

Baru-gres ini terdapat kisah yang melibatkan seorang petugas polisi dan seorang siswi yang mau bunuh diri. Pada saat itu sang polisi sedang melakukan patroli berkeliling, ia kemudian menyaksikan seorang siswi bangun di pinggir jembatan Mapo sambil menangis.

Polisi tersebut kemudian menghampirinya, alasannya siswi ini memakai seragam sekolah di luar ketika jam sekolah berjalan. Petugas ini kemudian bertanya mengapa ia berada di sana, tetapi tidak mendapaktan jawaban dari siswi tersebut.

Polisi ini kemudian menunjukkan tanda pengenalnya dan mendekati siswi yang bangun di pinggir jembatan tersebut. Ia kemudian menyampaikan, "Aku juga punya seorang putri seusiamu. Kemarin juga, ada murid lain yang bangun di sini, dan saya memberikannya rekomendasi, sehingga ia alhasil pulang ke rumah."

Mendengar perkataan tersebut, siswi ini langsung menangis sejadi-jadinya. Ia kemudian menjelaskan bahwa ia seorang murid SMA yang ingin menyelesaikan hidupnya, setelah mendapatkan nilai yang tidak sesuai impian orang tuanya.

Sehari sebelumnya, sang polisi dimengerti menyelamatkan seorang siswa yang juga ingin menyelesaikan hidupnya. Saat sedang berpatroli ia memperoleh seorang laki-laki yang ingin mengakhiri hidupnya, karena bertikai pertimbangan dengan sang ayah. Ia ingin masuk ke universitas fisika, tetapi ayahnya menentang. Polisi ini kemudian menawarkan anjuran dengan mengatakan, "Ayahmu cuma ingin masa depanmu lebih baik. Makara bagaimana bila kau mengatakan dengan ayahmu dan gurumu, untuk membicarakan hal ini." Ia kemudian mengantar siswa tersebut pulang ke rumah. Siswa ini kemudian mengantarkan SMS kepada sang polisi yang berisi pesan, "Aku menjajal untuk membujuk ayah agar ia berbicara dengan guruku."

Setelah bercerita dan menunjukkan SMS tersebut kepada sang siswi, polisi ini mengatakan, "Semua orang niscaya mengalami kesusahan, tapi hari yang baik pasti akan datang sesudah kau lewat masa sulit itu."

Mendengar hal tersebut, gadis ini eksklusif menganggukkan kepalanya. Polisi ini kemudian memperlihatkan sebatang cokelat terhadap siswi tersebut, karena ia menyampaikan bahwa dirinya belum makan semenjak pagi.

Setelah mengantarnya ke rumah dengan menggunakan mobil patroli, siswi ini berkata, "Paman, terimakasih banyak."

Saat diwawancarai, polisi yang bersangkutan menyampaikan, "Setelah semester gres dimulai sekitar bulan Maret dan April, aku menemukan aneka macam murid sekolah yang bangkit di pinggir jembatan Mapo. Khususnya anak Sekolah Menengan Atas yang umum mengalami kesulitan seperti itu atau mengalami stres sebab cemas dengan dilema yang mereka alami," ungkapnya. (west-java.com)
Lebih baru Lebih lama