Salah satu anggota boy grup MR.MR, sudah dinyatakan keluar dari grupnya.
Hal ini diumumkan eksklusif oleh pihak agensi, Winning Insight M. Mereka menginformasikan bahwa Ryu yang sudah debut bersama MR.MR selama 2 tahun 4 bulan, sudah keluar dari grup. Namun tidak ada penjelasan dari agensi, terkait argumentasi Ryu keluar.
Setelah pengumuman dari pihak agensi keluar, Ryu pribadi menunjukkan komentar lewat akun Twitter pribadinya. Ia mengaku terkejut dengan pengumuman tersebut, dan menyatakan bahwa dirinya sama sekali tidak tahu bila ia akan dikeluarkan, padahal kontraknya dengan agensi masih berjalan. Ia juga meminta maaf kapada para Misos, sebutan penggemar MR.MR.
Ia kemudian mengaku bahwa dirinya menerima perlakuan berangasan dari agensi, baik secara fisik dan verbal. Selain itu juga terdapat problem dengan isi kontrak mereka.
Ia menyebutkan dirinya mendapatkan pukulan dan makian dari CEO, ketika berjumpa di perusahaan, bulan Januari lalu. Padahal pada saat itu ia hanya menawarkan opini kepada lagu mereka. Namun agensi menetapkan untuk mengundur comeback MR.MR, dibandingkan dengan mereka mendebutkan Tey selaku solo.
Karena perlakuan dari agensinya ini, Ryu alhasil menetapkan untuk menyelesaikan kesepakatan dengan Winning Insight M. Ia juga menjelaskan bahwa agensi sudah menjiplak alasannya hengkang dari grup, sehingga ia perlu untuk mengklarifikasi hal ini.
Menanggapi tulisan Ryu ini, CEO dari agensi menawarkan klarifikasi ,"Aku yaitu CEO dari Winning Insight M. Aku minta maaf atas duduk perkara yang telah disebabkan oleh Ryu." Ia kemudian menjelaskan bahwa Ryu sudah melaksanakan banyak kesalahan sehingga ia pantas menerima konsekuensi tersebut. Jika pihak agensinya memang salah, maka mereka akan bertanggung jawab, namun kalau sebaliknya, maka Ryu yang mesti bertanggung jawab akan hal tersebut.
Terkait perlakuan kasarnya terhadap Ryu, "Ryu mengatakan ia dipukul dengan dokumen setebal lengan, padahal tidak. Aku memukulnya dengan memakai dokumen tipis ringan, yang biasa kami gunakan. Memang benar aku memukul kepalanya sebanyak dua kali dengan dokumen tersebut."
"Ryu telah membuatku, seorang CEO agensi, sebagai kriminal. Kami sudah mengirimkan dokumen tersebut ke kantor polisi, selaku bukti untuk pengusutan," tambahnya.
Terakhir, "Aku tidak merasa bahwa dua buah lembar kertas A4 mampu dianggap selaku suatu senjata. Aku sungguh-sungguh sedih dan kecewa kepada Ryu."
Sementara perkara ini akan segera dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian. (west-java.com)