Salah satu direktur SM Entertainment, Han Se Min diwawancarai media China, dan berbicara perihal keluarnya Luhan dan Kris dari EXO.
Seperti yang kita pahami, sehabis keduanya mengajukan somasi terhadap SM Entertainment, hingga ketika ini kasus tersebut masih belum dituntaskan, walau telah dikerjakan berulang kali mediasi. Ditanya mengapa, Han Se Min menyampaikan, "Mereka tidak rajin".
Ia menjelaskan tujuan SM Entertainment membentuk EXO, "Untuk menemukan artis di China dan membuat mereka menjadi selebriti di Asia dan dunia."
"Kami tidak menentukan lagu EXO secara sembarangan. Kami menentukan dari ribuan lagu yang kami terima dari seluruh penjuru dunia dan kemudian mengubahnya menjadi gaya Asia. Paling tidak butuh 1-2 tahun untuk merencanakan lagu, MV, koreografi dan untuk membangun suatu rancangan. Kami menghabiskan ongkos dan sumber daya insan yang begitu besar."
Terkait keluarnya Luhan dan Kris, "Mereka menerima kepopuleran dalam waktu yang singkat dan banyak hal yang telah mereka dapatkan. Mereka sudah melalaikan perusahaan dan para kru yang telah bekerja keras untuk mereka. Mereka meninggalkan kami untuk menjangkau impiannya sendiri."
"Setelah somasi untuk mengakhiri kontrak diajukan, SM menerima tekanan yang kuat. Anggota lain dan para kru menangis setiap harinya. Manajer sudah mencoba untuk menelepon mereka dan ingin berbicara tapi tidak menerima respon. Telepon mereka tidak mampu dihubungi. Kru bahkan mendatangi daerah tinggal mereka dan menunggu sepanjang malam, namun tidak ada hasil."
"Ini tidak cuma menyakiti anggota EXO yang lain namun juga SM Entertainment dan partner perusahaan, perusahaan iklan, membuat kerugian yang begitu besar," terangnya.
Namun, Han Se Min mengungkapkan kemungkinan masalah ini mampu diselesaikan dengan damai, seperti yang ia katakan, "Jika mereka lapang dada dan selama mereka tidak melaksanakan kegiatan yang merugikan kami, niscaya mampu diselesaikan dengan baik." (west-java.com)