Media Dispatch merilis fakta-fakta terkait isi kontrak antara B.A.P dan TS Entertainment, yang saat ini sedang dipermasalahkan.
Penggemar sendiri pasti mengetahui, bahwa anggota B.A.P mengajukan gugatan terhadap agensi mereka, TS Entertainment, lantaran merasa telah diperbudak dengan kontrak yang mereka tanda tangani.
Apa yang sebenar menjadi masalah dalam isi kontrak tersebut? Lihat ke-20 faktanya berikut ini! (west-java.com)
1. Jadi selama 3 tahun debut, apakah mereka memperoleh 1.8 juta Won selaku honor mereka?
Sebenarnya cuma 1,79 juta Won. B.A.P sudah menandatangani kontrak dengan TS Entertainment sejak tahun 2011. Mereka debut pada tahun 2012. Namun, sampai tahun 2014 mereka belum mendapatkan honor masing-masing. Baru pada 31 Juli 2014, mereka mendapatkan bayaran 1.79 juta Won sebagai honor pertama mereka.
2. Jika kita membagi penghasilan itu untuk 40 bulan, maka penghasilannya sebesar 500 ribu Won perbulan
Dalam masalah B.A.P, untuk kawasan tinggal, makanan dan transportasi, seluruhnya ditanggung oleh agensi. Setidaknya selama penawaran spesial, mereka tidak perlu menggunakan uang eksklusif. Namun, lain halnya kalau mereka punya kepentingan langsung. Sebagai contohnya, mereka mesti meminjam uang terhadap keluarga untuk mengeluarkan uang biaya rumah sakit. Seperti yang diungkapkan salah satu rekan anggota B.A.P, "Mereka tak punya opsi lain selain bergantung terhadap keluarga mereka untuk ongkos rumah sakit", dan "Mereka tak punya pilihan lain untuk menunjang kepentingan mereka dimasa mendatang." (west-java.com)
3. Seperti apa kondisi kontrak antara B.A.P dan TS Entertainment?
Dari kontrak yang Dispatch terima, pembagian laba cukup besar. Untuk royalti album saja, mereka mendapatkan penghasilan sebesar 1:9. Dalam artian, anggota B.A.P menemukan penghasilan sebesar 10% dari album mereka.
4. 10% untuk pemasaran atau laba?
Pastinya 10% dari keuntungan. Sebagai misalnya, boneka 'Matoki' milik B.A.P dijual seharga 20 ribu Won dengan laba 6000 Won. Jika keuntungannya sebesar 6000 won, maka B.A.P akan mendapatkan 10%, yakni sebesar 600 Won. Dibagi 6 anggota, maka masing-masing akan memperoleh 100 Won.
5. Apakah pembagian penghasilan 1:9 masih ada di jaman kini?
Mungkin saja, karena anggota B.A.P sudah menyetujuinya. Namun, jikalau B.A.P sudah merilis album ketiga, pembagian penghasilan menjadi 2:8. Sejauh ini B.A.P sudah merilis 11 album, namun gres merilis satu full album. Makara anggota B.A.P masih mendapatkan keuntungan sebesar 10%. (west-java.com)
6. B.A.P sangat populer di mancanegara. Bagaimana dengan keuntungan yang mereka didapatkan dari kegiatan luar negeri?
Pembagian keuntungan dari acara di mancanegara yaitu 5:5. Pembagian ini lebih besar daripada pembagian keuntungan album. Keuntungan dari kontrak majalah dan iklan juga dibagi dua. Namun, kami tidak mengetahui kepastiannya, apakah penghasilan tersebut telah dihitung secara benar. Pihak B.A.P bahkan menyatakan, bahwa pembagian penghasilan mereka di luar negeri yakni suatu kecurangan.
7. Kecurangan apa yang dimaksudkan?
Sebenarnya laba dari aktivitas di luar negeri sangat menjanjikan. Namun, agensi memakai laba tersebut untuk membayar beban perusahaan. Dari informasi yang diterima Dispatch, penghasilan di Jepang sebesar 120 juta Won juga dipakai selaku duit untuk membayar beban perusahaan. 100 juta Won dari kontrak majalah juga dipakai untuk hal yang sama.
Juga penghasilan 1.79 juta Won tidak diterangkan secara rinci. Sebagai contohnya, pembagian dari konrak majalah dan iklan yang telah disebutkan. Sebenarnya mereka mendapatkan pembagian penghasilan sebesar 1:9, 2:8, dan 5:5, tetapi tidak ada detail mengenai pembagian tersebut.
8. Kaprikornus anggota B.A.P berasumsi bahwa hasil pembagian pemasukan telah dipalsukan?
Benar sekali. sebagai contoh untuk ongkos humas. Jika kita menyaksikan dari pernyataan awal bulan Januari ini, biaya yang digunakan untuk humas sebesar 160 juta Won. Namun, pada bulan Juli, data menjelma 200 juta Won. Sebaliknya, ongkos untuk penawaran khusus album menjadi bertambah. Pihak B.A.P mempertanyakan 150 juta Won yang digunakan selaku biaya promosi album. (west-java.com)
9. Jadi kemana biaya penawaran khusus album tersebut?
Ketika kami bertanya terhadap salah satu atasan di agensi, "Kemana ongkos yang digunakan untuk penawaran khusus album", ia menjawab, "Biaya tersebut masuk ke dalam rekening eksklusif CEO, jadi saya tidak tahu." Pihak B.A.P meminta rincian transfer ongkos tersebut, namun ditolak. Pihak B.A.P berharap biar pembagian ini mampu terungkap di pengadilan.
10. Mengapa setelah 3 tahun debut, B.A.P baru mengusut hal ini?
Mereka sudah meminta laporan pendapatan pada final tahun 2013, namun agensi tidak memperlihatkan respon, dan pada permulaan Januari 2014, barulah terungkap. Namun, dengan argumentasi agar tidak bocor kepada publik, anggota B.A.P hanya diperbolehkan melihat data tersebut dalam waktu yang singkat. Agensi menyampaikan bahwa mereka tidak mempunyai banyak duit untuk membayar para anggota. Mereka juga mengatakan bahwa beban perusahaan lebih besar daripada laba yang mereka peroleh, jadi agensi mengalami kerugian.
11. Apakah orang bau tanah dari anggota B.A.P mampu mendapatkan fakta tersebut?
Menurut pernyataan agensi sebelumnya, pemasukan dari Maret 2011 hingga Desember 2013 ialah sebesar -500 juta Won, dalam artian agensi menemukan kerugian sebesar 500 juta Won. Pihak orang renta B.A.P sekali lagi meminta rincian pendapatan tersebut pada bulan Maret 2014, dengan tunjangan pengacara. Dan akhirnya mereka memperoleh detail yang gres pada bulan Juli 2014. (west-java.com)
12. Bagaimana detail pemasukan pada bulan Juli?
Pada bulan Januari 2014 (rincian 2011 hingga Desember 2013), mereka mengalami kerugian besar (minus). Namun pada data dibulan Juli (rincian 2011 hingga Juni 2014), mereka mendapatkan laba (plus).
13. Bagaimana mampu grup yang sebelumnya mengalami kerugian kini memperoleh laba?
Menurut detail pemasukan yang kedua, selama tiga tahun terakhir, anggota B.A.P menemukan total penghasilan sebesar 990 juta Won. Sementara pengeluaran sebesar 930 juta Won. Jadi mereka sebetulnya mendapatkan laba sebesar 60 juta Won.
14. Apa yang bekerjsama paling dipertanyakan oleh anggota B.A.P?
Mengenai penghasilan 5:5 dari acara luar negeri. B.A.P menyatakan bahwa pembagian penghasilan dari acara di Jepang dan negara lainnya tidak cocok. Hal ini disebabkan karena penghasilan mereka di Jepang, mesti digunakan untuk membayar beban perusahaan.
Walaupun pernyataan agensi benar 100%, hal ini tidak masuk akal. Jika penghasilan acara di mancanegara dibagi dua, maka paling tidak setiap anggota menemukan 100 juta Won. Bagaimanapun, 1.79 juta Won sungguh-sungguh tidak masuk nalar. (west-java.com)
15. Kaprikornus perlu untuk melihat isi kontrak
Kontrak antara B.A.P dan TS Entertainment ialah 7 tahun, dari mulai Maret 2011. Namun, secara teknis bukan 7 tahun. Karena kontrak gres dijumlah semenjak perilisan album pertama, dan bukan sejak mereka menandatangani kontrak. Album B.A.P baru dirilis pada tahun 2012. Jadi berdasarkan kontrak tersebut, gres akan selsai pada tahun 2019. Namun, kalau dijumlah dari sejak ditandantangani kontrak, maka nyaris meraih 8 tahun.
16. Apa isi kontrak yang dipermasalahkan anggota B.A.P?
Sesuai dengan pasal 3 bagian 5, jikalau mereka tidak ikut serta dalam aktivitas hiburan, maka kontrak akan diperpanjang. Sebagai teladan masa wajib militer, mempunyai anak, atau dirawat di rumah sakit selama lebih dari 30 hari. Karena ini tergolong dilema pribadi, maka kontrak akan diperpanjang dalam rentang waktu yang sama.
Pasal 6 perihal 'tanggung jawab dan hak cipta' juga menarik perhatian kami. Di bagian 6 tertera, jika anggota menggunakan narkoba, skandal dengan musuh jenis, dll, semua tanggung jawab tergolong kerugian harus ditanggung oleh anggota yang bersangkutan.
Sementara pasal 16 perihal 'kompensasi' betul-betul fantastis. Jika kontrak diakhiri, maka anggota harus mengeluarkan uang jangka bulan yang tersisa dalam kontrak, sejumlah penghasilan yang mereka dapatkan sebelumnya. Sebagai teladan, B.A.P telah memperoleh penghasilan sebesar 990 juta Won selama 3 tahun. Jika mereka menyelesaikan kontrak, masih akan ada 49 bulan yang tersisa. Dengan ini maka anggota B.A.P harus mengeluarkan uang kompensasi sebesar 1.4 miliar Won.
17. Kontrak mirip ini juga berlaku di agensi lain?
Agensi di negara ini kembali ke sistem penawaran khusus. Mereka menginvestasikan ongkos yang besar untuk artis mereka. Terutama di agensi kecil, jikalau sang artis tidak berhasil, maka perusahaanlah yang mesti menanggung kerugian. Itu sebabnya mereka menciptakan kontrak selama mungkin, dan itu tidak termask masa wajib militer.
18. Apakah B.A.P tidak menyadari hal ini sejak menandatangani kontrak?
B.A.P sudah memahaminya semenjak permulaan. Mereka menyampaikan, "Bukannya kami tidak mengerti resiko menandatangani kontrak tersebut. Itulah sebabnya kami tetap bertahan, walau tidak dibayar selama 3 tahun." Mereka hanya menginginkan semoga perusahaan menyanggupi janji mereka seperti yang tertera dalam kontrak. Makara ini yakni masalah keyakinan. (west-java.com)
19. Makara duduk perkara keyakinan, semenjak kapan mereka tidak lagi mempercayai agensi?
Sejak 19 Oktober lalu. Salah satu anggota harus dibawa ke rumah sakit karena stres dan capek. Saat ia mendapatkan infus di rumah sakit, staff agensi tiba-tiba timbul, dan membawanya untuk menghadiri event di Changwon.
Pada 24 Oktober, juga ada duduk perkara di saat ada event MBC di China. Anggota B.A.P mengungkapkan keadaan kesehatan mereka yang tidak memungkinkan untuk menghadiri konser di Beijing, China. Namun, salah satu staff agensi malah mengatakan, "Jika kalian tidak tampil di China, pihak penyelenggara akan mengajukan somasi terhadap kita. Jika itu terjadi, kalian lah yang mesti bertanggung jawab", dan kemudian memaksa anggota untuk tetap tampil.
20. Jadi kira-kira bagaimana hasilnya sehabis B.A.P mengajukan gugatan kepada agensi?
B.A.P sudah mengatakan, bahwa ini bukan cuma problem pembayaran. Mereka sudah merasa dikeruk sejak debut, jadi mereka khawatir dengan masa depannya. Anggota bahkan mengajukan pertanyaan bagaimana mereka mampu membayangkan masa depan yang lebih baik, jika mereka sudah kehilangan kepercayaan terhadap agensi. Inilah yang menyebabkan mereka melakukan gugatan untuk menuntaskan kontrak dengan agensi.
Pihak pengadilan akan menetapkan hasilnya setelah memeriksa isi kontrak TS Entertainment. Namun, TS Entertainment perlu untuk menyertakan detail pembagian penghasilan mereka. Mereka juga perlu menambahkan bukti, mengapa anggota B.A.P mesti dibayar dengan jumlah sekian. Jika penghasilan tersebut dipakai untuk keuntungan eksklusif, maka B.A.P akan menggugat CEO agensi, yang dianggap sudah melaksanakan penggelapan uang. (west-java.com)