Program 'War of Words' gres-baru ini bicara soal masalah JYJ dan juga SM Entertainment.
Sebagaimana yang kita pahami, JYJ belum lama ini kembali dengan merilis full album kedua yang bertajuk 'Just Us'. Namun, meskipun telah merilis album terbaru, JYJ tetap tak boleh tampil di aneka macam acara musik show. Terkait hal ini, 'War of Words' kemudian menelepon C-JeS Entertainment selaku agensi JYJ. Saat dihubungi, mereka mengungkapkan, "Saat ini, kami tidak punya jadwal untuk muncul di stasiun televisi besar, dan dimasa mendatang, juga masih belum terperinci. Sejujurnya kami menciptakan album ini untuk konser, dibandingkan dengan program televisi."
"Suatu kali, pernah seseorang dari stasiun televisi mengungkapkan, 'Tidak ada persoalan diantara kita. Kami bisa memunculkan kalian di televisi,' dan menambahkan mereka kedalam daftar artis yang mau tampil. Namun, beberapa hari kemudian mereka kembali menemui kami dan menyampaikan, 'Maaf, saya sungguh-sungguh tidak tahu. Karena hal ini aku menerima tekanan dari atasan'."
Setelah mendengar pernyataan C-JeS Entertainment, Heo Ji Woong kemudian mengatakan, "Dalam kasus JYJ, apakah SM Entertainment seorang Voldemort? Yang namanya tak boleh kita sebut?"
Kim Gu Ra lalu menjelaskan, bahwa masuk akal saja jika berbagai stasiun televisi lebih memihak SM Entertainment dibandingkan dengan JYJ. Sebagaimana yang kita pahami, SM Entertainment melahirkan artis-artis besar seperti Girls' Generation, EXO, Super Junior dan masih banyak lagi.
Park Ji Yoon kemudian mengajukan pertanyaan-tanya, kenapa JYJ tetap mampu muncul di drama. Kim Gu Ra lalu menyampaikan, bahwa industri drama saat ini begitu besar. Target penonton tak hanya di Korea saja, tetapi di negara-negara lain, utamanya Asia. JYJ begitu terkenal di Asia, sehingga akan sangat menguntungkan kalau mereka membintangi drama televisi. (west-java.com)