[Breaking News] 21 Orang Meninggal Akibat Kebakaran di Salah Satu Rumah Sakit Korea Selatan


21 orang meninggal akibat kebakaran di salah satu rumah sakit Korea Selatan.

Baru-baru ini, telah terjadi kebakaran di sebuah rumah sakit di Korea Selatan, tepatnya di kawasan selatan Jangseong. Kejadian tersebut menyantap korban sebanyak 21 orang yang kebanyakan berumur 30 sampai 40 tahun yang mengalami kesusahan dalam berlangsung.

Setelah menyaksikan rekaman video, polisi menahan seorang pasien laki-laki yang diduga menjadi pemicu kobaran api. Pria dengan nama keluarga Kim, diketahui berumur sekitar 30-an tahun tersebut merupakan pasien *demensia. Menurut Roh Gyu-ho, kepala Kantor Polisi Jangseong, pria tersebut membantah telah mengakibatkan kobaran api di dalam rumah sakit.

Diketahui, kobaran api muncul sesudah tengah malam di sebuah gedung Annex di rumah sakit. Gedung tersebut terdiri dari puluhan pasien yang berumur 30 - 40 tahun yang mengalami kesulitan berjalan. Banyak dari mereka yang menderita penyakit Alzheimer, komplikasi dari stroke atau penyakit kronis lainnya.

Meski api dipadamkan dengan cepat, banyak korban yang berjatuhan, diakibatkan lantaran tidak mampu bergerak dengan gampang, faktor lain penyebab tewasnya para pasien lantaran sesak napas dari asap beracun yang memenuhi lantai dua dari bangunan dua lantai tersebut.

Menanggapi kecelakaan serius yang terjadi, kepala rumah sakit, Lee Hyong-seok, meminta maaf Rabu (28/05) di depan televisi.

Korea Selatan sebelumnya telah mengalami guncangan yang mahir akibat kejadian tenggelamnya feri Sewol di lepas pantai barat daya, yang menewaskan lebih dari 300 orang tewas atau hilang, pada umumnya dari mereka adalah siswa sekolah menengah yang sedang dalam perjalanan lapangan. Kecelakaan itu telah memusatkan perhatian pada kelemahan dalam tolok ukur keamanan di Korea Selatan.

Pada hari Senin, kebakaran di sebuah terminal bus di Goyang, bersahabat Seoul, menewaskan delapan orang dan melukai puluhan lainnya.

*Demensia yakni nama untuk sekelompok tanda-tanda yang disebabkan oleh gangguan yang menghipnotis otak. Demensia bukan penyakit tertentu. Orang yang mengalami demensia mungkin tidak bisa berpikir cukup baik untuk melakukan acara wajar , mirip berpakaian atau makan. Mereka mungkin kehilangan kemampuan mereka untuk memecahkan persoalan atau mengatur emosi mereka. Kepribadian mereka dapat berganti. Mereka mungkin menjadi gusar atau melihat hal-hal yang tidak ada.[source]

Source: Edition.CNN
Lebih baru Lebih lama