Kedatangan boyband asal Korea, yaitu Big Bang tak hanya mencuri perhatian penikmat musik K-Pop semata. Bens Leo selaku pengamat musik tanah air mengaku terpesona dengan boyband yang digawangi oleh G-Dragon, T.O.P, Taeyang, Daesung, dan Seungri itu.
"Kebetulan saya datang juga sebab penasaran, sebab saya gelisah tren K-Pop menguasai musik Indonesia dalam perkembangannya," ucap Bens Leo saat dijumpai di kawasan Senayan, Sabtu (13/10).
Usai menyaksikan aksi personil boyband yang dibentuk pada tahun 2006 itu, Bens Leo mengaku kagum dengan tampilan Big Bang yang enerjik dan memiliki jenis musik yang variatif dan berlainan dengan pada umumnya boyband Korea yang lain.
"Grup ini menawan, enggak pake minus one. Ga perlu blocking panggung sebab panggung mereka kuasai. Musisi pengiringnya saya lihat musisi negro. Kalau sudah mirip itu mempunyai arti aura R n B nya kentara sekali," katanya.
Memiliki pangsa yang lebih luas dari boyband lain mirip Super Junior contohnya, menurut Bens Leo tak lain sebab Big Bang memiliki ciri yang bisa mengundang penikmat musik lain mendengarkan dan melihat mereka beraksi.
"Sebetulnya tren anak muda yang musik seperti kemarin (Big Bang). Mungkin kemarin akan terjadi semacam ajaran gres bahwa boyband bisa seperti ini, lebih jantan dan berkualitas dan mempunyai stamina yang luar biasa. Mereka membawakan hampir 30 lagu dalam satu show tanpa lipsync," kata dia.
Ditambahkan lagi oleh Bens Leo bahwa Big Bang dibutuhkan mampu menjadi acuan bagi produser musik di Indonesia.
"Sebetulnya boyband bisa tidak dicela jikalau seperti itu (Big Bang). Saya anggap ini boyband pria yang bisa menyuarakan dan membalikkan stereotype boyband," tuntasnya.
Source : BeritaSatu